Tips Kendalikan Amarah Saat Hadapi Anak

Apakah ayah dan bunda sering tiba-tiba ingin marah melihat anak-anak berulah? Usaha mengendalikan rasa marah bukanlah perkara mudah.
Dikutip dari Lifehacker, belum lama ini, berikut cara mengendalikan amarah:
1. Keluar dari area konflik
Biasanya, anak-anak itu paling sering bikin ulah di rumah. Ketika hal ini terjadi, dan Anda merasa emosi sudah mulai meluap, mintalah pasangan untuk mengambil alih. Anda silakan berjalan meninggalkan lokasi kejadian.
Ketika situasi sebaliknya terjadi, ketika melihat pasangan mulai naik pitam, jangan segan untuk segera mengambil alih masalah.

2. Biarkan anak tahu Anda marah
Saat marah, alih-alih membentak, tarik napas panjang dan bilang pada anak, “Ibu sedang marah sekarang.”
Kalau Bunda sedang beruntung, hal ini bisa bikin anak berhenti bikin ulah. Tapi seringnya, mereka akan melawan balik dan bilang, “Aku juga marah,” atau, “Enggak, Ibu enggak boleh marah.”
Namun, apa pun reaksi mereka, setidaknya hal ini sudah bisa menjalin komunikasi.
Setelahnya, Bunda bisa meninggalkan mereka sejenak dan memberi anak waktu untuk menenangkan diri.
Sumitha Bhandakar, pendiri komunitas afineparent.com, menyontek trik ini dari buku Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting. Berdasarkan pengalamannya, trik ini sukses membuat putrinya jadi tenang seusai mengamuk.
“Aku ingin dipeluk lagi, Mama” ujar anak Sumitha kali pertama dia mencoba taktik ini. Biarkan hal ini berlangsung selama beberapa saat.

3. Beri batas waktu
Hal paling mengerikan dari kemarahan adalah tidak ada batasan pasti kapan semuanya akan baik kembali. Dan ternyata, menetapkan batas waktu untuk kemarahan Bunda bisa memberikan efek yang luar biasa.
Hal yang bisa Anda lakukan misalnya: “Ibu sangat marah sekarang, jadi ibu akan mencuci piring dan mencoba menenangkan diri. Nanti pas ibu selesai, ibu tidak akan marah lagi.”
Ucapan ini biasanya akan memicu rengekan atau tangisan, “Aku enggak mau ibu marah sama aku.” Jangan tinggalkan anak begitu saja. Tapi bilang: “Ibu tidak marah sama kamu, ibu masih sayang kamu. Tapi kamu enggak selesai-selesai makannya dari tadi, dan sekarang sudah malam sekali.”
Awalnya anak mungkin akan terus merengek karena keinginannya tidak terkabul. Tapi, biasanya setelah itu mereka akan diam dan melakukan apa yang Anda minta.
Setelah semuanya selesai, jangan lupa untuk memeluk anak untuk memastikan dia tahu semuanya baik-baik saja.

4. Pakai perspektif
Terkadang, cara terbaik untuk menenangkan diri adalah menempatkan segalanya pada perspektif yang benar.
Misalnya, saat anak harusnya bersiap berangkat sekolah, tapi dia masih ingin terus bermain, tentu hal ini bisa memancing amarah ayah/bunda. Apalagi jika ayah/bunda juga sudah hampir telat ke kantor.
Namun coba ingat-ingat kembali, dulu sekali, saat Anda masih anak-anak, tentunya ayah/bunda juga ingin terus bermain, kan. Memang begitulah anak-anak.
Jadi, tidak ada gunanya marah-marah. Tarik napas panjang dan pikirkan cara lain agar dia mau melakukan apa yang ayah/bunda mau.
5. Gunakan cerita
Kebanyakan anak-anak suka sekali mendengar cerita. Dan sebenarnya, salah satu keahlian yang perlu diasah orang tua setelah anak mereka lahir adalah bagaimana mengarang cerita yang baik.
Kenapa? Karena cerita bisa Anda gunakan sebagai “senjata” saat menghadapi anak yang tantrum dan tidak mau mendengarkan Anda.
Begini misalnya: Anggap saja tokoh kesukaan anak adalah Upin dan Ipin. Jadi ketika anak sedang tidak mau tidur siang, tak peduli bagaimana pun ayah/bunda membujuknya. Lalu mulailah dengan mengatakan, “Kamu tahu enggak apa yang terjadi pada Upin dan Ipin waktu mereka enggak mau tidur siang?”
Pancing anak untuk naik ke kasur, dan lanjutkan cerita saat kondisinya sudah berbaring. Saat cerita seusai, biasanya anak juga sudah hanyut ke alam mimpi.
Lakukan hal yang sama untuk kasus-kasus lain, seperti ketika anak tidak mau makan, tidak mau menggosok gigi, dan lain-lain.
6. Bayangkan efek sesudahnya
Cara terakhir yang bisa ayah/bunda lakukan agar bisa menahan diri dari memarahi atau membentak anak adalah bayangkan apa yang terjadi setelahnya.

 

 

Like Fans Page Zona Krucil: https://goo.gl/WMuwF1