Dispraksia adalah gangguan anak dalam mengatur gerakan dan koordinasi. Otak kesulitan memproses informasi dari pesan syaraf. Anak sulit berpikir, merencanakan, dan melakukan tugas-tugas motorik atau sensorik. Satu dari 30 anak mengalami hal ini.

  1. Pada bayi, dispraksia ditandai dengan ocehan yang sedikit atau tidak sama sekali. 
  2. Pada anak usia 3-5 tahun, dispraksia ditandai misalnya tangan mengembang saat berlari, aktivitas motorik berlebihan seperti menghentak-hentakkan kaki saat duduk, menari, atau bertepuk tangan tanpa sebab yang jelas, susah mengayuh sepeda roda tiga atau mainan lainnya, susah memegang pensil atau memakai gunting, terlambat merangkak, bersuling, dan berjalan, kurang mampu melakukan permainan imajinatif, respon terbatas terhadap instruksi lisan yang diberikan, susah menyusun puzzle, mengembangkan kata-kata, dan berbicara dengan jelas.
  3. Pada anak usia sekolah, anak sulit berkata-kata atau mengekspresikan diri, sensitif terhadap sentuhan, kesulitan menyalin tulisan di papan tulis dan mengingat instruksi, tidak dapat menangkap konsep seperti : “di bawah”, “di atas”, “di dalam” atau “di luar”, sulit memakai baju atau sepatu sendiri, sulit belajar naik sepeda, kemampuan membaca yang rendah dan buruk dalam menulis.

Sumber: doktersehat.com

 

Like Fans Page Zona Krucil: https://goo.gl/WMuwF1